share cj. Jakarta
– Kubu Jokowi – JK berharap Badan Intelijen Negara (BIN) harus netral
dalam pilpres. BIN tidak boleh digunakan alat politik oleh capres
tertentu.
“Sekarang
itu sudah ada hitung-hitungannya, orang tuh enggak bodoh juga bahwa
posisi Jokowi bagus dan makin bagus, ya kalau Jokowi sampai menang, kita
pasti tahu. Saya kan orang intelijen juga, saya lama kan.
Saya
tahu juga kan kalau mereka main-main, ayo kita main-main. Kalau menang,
kami libas nanti. Gitu saja, simple-kan,” kata anggota timses Jokowi –
JK, Luhut Panjaitan usai acara Kata Hati Ruhut Poltak Sitompul Dukung
Jokowi – JK di Horapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 23 Juni 2014.
“Jadi enggak boleh itu, dia (BIN) harus
taat kepada hukum dan aturan bukan soal libasnya tadi. Dia harus taat
kepada ketentuan dan netral. Sebab enggak mungkin itu ditutupi, itu
pasti ketahuan. Dan kalau ketahuan berarti kau melanggar Sapta Marga
Sumpah Prajurit kalau di TNI. Kalau di BIN, berarti kau melakukan
pelanggaran umum,” tambah Luhut.
Dia mengungkapkan, ada beberapa orang
yang sudah ditempatkan di BIN untuk mengawasi pergerakan mereka.
Sehingga percuma melakukan kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden 9
Juli mendatang. Sebab pada akhirnya tetap akan sampai ke dirinya.
“Enggak bisa itu, dan pasti ketahuan enggak mungkin tidak. Emangnya kita
enggak punya orang di dalam, emangnya mereka hanya nurut, mereka kan
enggak bodoh. Jadi saya sejauh ini belum melihat. Mudah-mudahan tidak
ada,” kata Luhut.
Luhut mempertanyakan mengenai isu fitnah
yang menyerang Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat. Namun dia meyakini,
TNI dapat tetap netral dan menjunjung tinggi janji yang pernah
diucapkannya. “Kalau mereka kan kayak fitnah-fitnah tadi. Itu kan sudah
jelas, siapa itu yang bikin Tabloid Obor Rakyat. Siapa yang bikin? Tanya
saja Polisi. Intinya enggak boleh, sekarang TNI harus pegang Sapta
Marga. Saya yakin TNI tetap akan setia pada itu,” tutupnya.
Source: intriknews.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar