A.m. Panjaitan
30 Jun 2014 | 16:47
Sebenarnya apa alasan JK masuk Rumah Sakit Abdi Waluyo pada dini hari semalam? Anies Baswedan mengatakan muntah-muntah; Jokowi mengatakan sakit maag; Eep Saifulloh Fatah mengatakan sakit perut; dan Jusuf Kalla sendiri mengatakan flu. Mana yang benar: Flu, maag, buang air atau muntaber? Tentu tidak mungkin semuanya benar kan?
Untuk saat ini bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun yang benar sebab mustahil sakit flu, maag, muntaber, buang air yang bisa diobati dengan obat di pasar bebas sampai harus memaksakan diri masuk rumah sakit pada dini hari dan kemungkinan besar sakit yang diderita Jusuf Kalla sangat parah, pertanyaannya sakit apa? Mengingat Jusuf Kalla mungkin memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan maka rakyat Indonesia berhak tahu sakit kronis seperti apa yang diderita Jusuf Kalla. Jangan-jangan ada komplikasi penyakit? Apa mungkin terjadi pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah atau bagian atas?
Apapun penyakit Jusuf Kalla tapi debat semalam berhasil membuka satu fakta penting yang harus menjadi pertimbangan menjelang tanggal 9 Juli 2014 yaitu: Jusuf Kalla sudah tidak memiliki kemampuan secara fisik, mental dan intelijensia yang cukup untuk menjalani pekerjaan berat seperti wakil presiden karena usianya sudah 72 tahun, sudah terlalu Tua, Ompong dan Peyot (TOP), dan karena JK itu TOP, JK itu sudah sepuh dia sudah tidak layak dipilih kembali sehingga bila Rakyat Indonesia memilih Jokowi-JK maka mereka sudah menzalimi diri sendiri.
Untuk JK, anda bersama calon presiden anda mundurlah dari pencalonan presiden. Apa tidak cukup pernah dipecat dari jabatan Menperindag karena melakukan KKN? Apa tidak cukup anda selama lima tahun mendampingi SBY dan termin berikut tidak dipakai kembali karena selama lima tahun anda manfaatkan untuk KKN? Apa calon presiden anda tidak cukup merugikan Jakarta sebesar Rp. 2trilyun/tahun karena inkompetensinya? Beri sedikit kebanggaan kepada rakyat Indonesia untuk memiliki presiden dan wakil presiden gagah, yang bisa berkomunikasi dalam banyak bahasa asing dengan sama baiknya, yang tidak mempermalukan negeri ini dengan inkompetensi dan kekurangpintarannya seperti tetangga kita dengan Lee Hsien Loong yang purnawirawan tentara. Lihat betapa cerdasnya ketika dia bicara, gagahnya ketika dia berjalan, dan kemampuan mengelola Singapura. Jangan yang tua dan sudah sakit-sakitan; tapi juga jangan yang muda dan bisanya cuma nyengir dan debat saja bawa contekan.
Ingat umur Pak JK, jangan gila kekuasaan, jangan ngotot padahal jelas-jelas anda sudah gagal. Contohlah Pak Harto, ketika selesai menjabat sebagai presiden beliau tidak terjun lagi di dunia politik praktis.
Jangan anda buat rakyat Indonesia malu kalau bertemu orang asing, negara mereka memiliki pemimpin yang gagah, hebat, pintar, berkualitas dan bisa beradu dengan pemimpin negara manapun tanpa canggung. Nggak kayak calon presiden No. 2. Sekarang saya mau sudahan dulu sebelum Jasmev si tukang pukul No. 2 datang dan maki-maki, tapi sebelumnya saya mau memberi anda hadiah sebuah lagu gubahan El Pamas:
Katanya baru sembuh katanya sakit
Jantung ginjal dan encok sedikit saraf
Hati hati pak tua istirahatlah
Diluar banyak angin
Kamu yang murah senyum memegang perut
Badanmu semakin tambun memandang langit
Hari menjelang maghrib pak tua ngantuk
Istri manis menunggu istirahatlah
Diluar banyak angin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar