Pages

Linda Djalil Sentil Jokowi Mulut Anyir

Minggu, 06 Juli 2014


 
Mawalu.

Wartawati Senior dan penulis buku, Linda Djalil, sentil Jokowi lewat puisinya karena gerah dengan Jokowi yang akhir-akhir ini sering menyindir Prabowo tak punya istri.
Sindiran-sindiran Jokowi membuat naluri kewanitaan Linda Djalil berontak. Menurut Linda, seseorang yang tak mempunyai pasangan bukanlah sesuatu yang membahayakan dan dapat memutus karir seseorang.
Sebagai seorang wanita, Linda merasa terpanggil untuk menyuarakan supaya tak ada lagi bentuk penghakiman terhadap seseorang hanya karena seseorang tak punya pasangan hidup.
Apa yang disuarakan oleh Linda Djalil memang benar. Hak hidup, hak karir seseorang, hak berpasangan maupun tak berpasangan dalam hidup seseorang adalah hak asasi yang bersangkutan, hak yang disandang sejak lahir.
Rasanya hilang budaya santun Jokowi, hegemoni euforia semu yang dibungkus dengan fatamorgana palsu sering ditampilkannya di publik dengan celoteh dan sindiran yang melindas semua tata krama kehormatan dirinya.
Berbagai upaya dilakukan dengan menstagnasikan proses, bahkan bilamana dimungkinkan jungkirbalikan fakta dari hal yang benar bisa menjadi salah, begitu pula sebaliknya tanpa perlu ada lagi tenggang rasa tepo seliro.
Tak seorangpun di dunia yang fana ini berhak menghakimi dan mempengaruhi mindset orang lain bahwa orang yang tak punya pasangan adalah orang yang gagal. Ini tak baik bagi pembelajaran moral dan mental untuk nusa dan bangsa.
Kalau ada calon pemimpin yang mencerahkan, maka ia akan menjadi panutan bagi orang lain, membawa rahmat dan berkah, karena dirinya mengerti hak asasi individu umat manusia, bukan pemaksaan kehendak.
Sepenggal kutipan puisi Linda Djalil;
duh, congkaknya dikau…
sembilu menerjang para janda dan duda
mengiris seperih-perihnya penuh penghinaan
mulut anyirmu..
mulut anyirmu…
mana mungkin tak dicermati Tuhan…
Saran buat Jokowi, kalau mau meraup kembali simpati yang telah hilang, hilangkan kebiasaan baru Anda menyindir orang lain dengan nyinyir. Dimanapun dibelahan dunia ini, orang yang tinggi hati dan jumawa akan ditinggalkan.
Semoga Anda jadi Presiden.
Share.kompasiana

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

 
Copyright © 2015. PRESIDEN ber-NYALI.
Design by . Published by Themes Paper. Powered by .
Creative Commons License