Oleh. Cak ijo
Ada yang bertanya: Cak, sampeyan pilih Prabowo ga takut masuk neraka? Baiklah saya jawab:
Kawanku..
Dalam hidup ini saya tidak pernah berpikir surga. Saya merasa harus lebih mempersiapkan diri jadi penghuni neraka. Itu supaya surga masih muat buat kamu, karena aku tahu kamu lebih butuh itu.
Itulah kawan, ketika dari golonganmu mengancam: memilih Prabowo akan masuk neraka, saya langsung putuskan memilih Prabowo. Ancaman itu seperti pengabulan doa saya selama ini.
Kawanku..
Melalui forum ini aku yakinkan anda semua, menjadi penghuni neraka itu juga merupakan keindahan luar biasa. Setidaknya saya dapat belajar banyak hal:
- Betapa manusia sampai merasa perlu korupsi, hanya demi mengejar surga perut sendiri dan keluarganya
- Betapa manusia sampai merasa perlu melacur, hanya demi mengejar surga kemaluannya sendiri
- Betapa manusia sampai merasa perlu mabuk, hanya demi mengejar surga khayalannya sendiri
- Betapa manusia sampai perlu menipu, memfitnah, melakukan kekerasan, melakukan pemaksaan terhadap orang lain, hanya demi mengejar surga menurut standarnya sendiri
- Dst.. dst....
Jujur saja, saya termasuk orang yang takut menjadi penghuni surga. Sebab kalau pernah menghuni neraka, saya takut malah tidak bisa bahagia menghuni surga. Coba Anda dalam posisi saya:
- Menjadi penghuni surga saya akan melihat orang lain berteriak histeris, matanya melotot, lidahnya membara, badannya gosong terbakar api nafsu, apakah saya bisa bahagia karena itu?
- Menjadi penghuni surga Tuhan akan mengabulkan segala permintaan saya. Kalau permintaan saya agar semua yang ada di neraka diampuni dan diangkat ke surga, apakah saya bisa bahagia dengan memperdayai Tuhan seperti itu?
Saya memilih Prabowo karena pernah menjadi penghuni surga, sekaligus pernah menghuni neraka. Menjadi anak bangsawan, kemudian hidup di lingkungan istana adalah ibarat surga. Seiring itu, Prabowo juga harus blusukan ke hutan-hutan, tidur di perkemahan dalam jangka waktu panjang, bertaruh nyawa demi kedaulatan negara itu bukan neraka-neraka amat sih. Tapi dipaksa keluar dari keluarga istana, dipisahkan dari istri dan anak, dilucuti jabatannya, dikucilkan, difitnah, dll itu benar-benar neraka.
Prabowo tidak pernah memikirkan surga untuk dirinya, tetapi rela masuk neraka dan memberikan surganya bagi orang yang lebih butuh:
- Demi 'pengkambing-hitaman' dirinya agar bangsa segera tenang dan damai
- Demi kebahagiaan Pak Harto dan anak-anaknya yang saat itu sedang terpuruk
- Demi agar Pak Habibie menjadi pengganti Pak Harto
- Demi senior-seniornya supaya tidak kehilangan jabatan
- Demi anak buahnya supaya tidak bertubi-tubi dipersalahkan-
- Dst.. dst...
Saya meyakini, Prabowolah sosok pemimpin yang sanggup masuk neraka demi surga rakyatnya. Maka tak berlebihan kalau saya membayangkan hal-hal sbb bisa terjadi ketika Prabowo memimpin:
- Prabowo bisa mengendalikan mantan-mantan jenderal bermasalah untuk terlibat dalam membangun Indonesia Raya, hanya dengan teguran bersahaja; "Sudahlah.. mari kita bangun negeri ini"
- Prabowo bisa menjadi pendukung utama Jokowi membuktikan diri sukses menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI, hanya dengan guyonan ringan: "Nah, ini baru Jokowi ..."
- Prabowo bisa mencegah terjadinya aksi-aksi anarkis, hanya dengan mengingatkan: "Tidak perlu anarkis, mereka saudara kita sendiri..."
Lho.. Cak, kok hari tenang masih kampanye?
Jangan salahkan saya nulis begini, salahkan kenapa kamu menganggap ini kampanye.
Jangan salahkan saya nulis ini, salahkan kenapa saya ditanya-tanya terus soal Prabowo.
By the way... boleh jadi aku kamu beri neraka, kamu aku beri surga.. trus apakah surga dan neraka itu bener-bener diberikan untuk kita. Jangan-jangan Tuhan malah tidak mengijinkan surga dan neraka buat kita? Ha ha ha ha.... baru kita sadar kalau ternyata akhirnya kita sama-sama ditakdir menjadi mahluk gentayangan karena tidak pernah memahi perikamemanusiaan.
Share facebook


Tidak ada komentar:
Posting Komentar