Gatot Swandito
Diberitakan oleh beritasatu.com, berdasarkan
hasil quick count pasangan Jokowi-JK meraih 75 % suara di Arab Saudi,
unggul dari pasangan Prahara yang hanya mencaplok 20 % suara. http://www.beritasatu.com/nasional/194717-hasil-hitung-cepat-di-arab-saudi-jokowijk-75-dan-prabowohatta-20.html
Ini berita ngawur! Bagaimana mungkin hasil
quick count sudah diketahui, wong penghitungan suara di Arab dan
negara-negara lainnya baru akan dilakukan pada 9 Juli 2014 nanti
bersamaan dengan penghitungan suara di tanah air?
Quick count menurut wikipedia, “a method
for verification of election results by projecting them from a sample of
the polling stations. Different from an exit poll, voters are not asked
who they voted for, projection of results is based on official results of the polling station. Parallel vote tabulation is similar to quick count, but uses whole data instead of samples”.
Di situ jelas data quick count berasal dari
hasil resmi TPS. Gampangnya, quick count itu proses pencatatan hasil
perolehan suara dari ribuan TPS sample yang dipilih secara acak. Jadi
obyek quick count itu rekapitulasi suara di TPS. Rekaputulasi suara di
TPS dilakukan setelah kotak suara dibuka. Setelah dibuka, baru surat
suara dihitung. Prahara dapat berapa, Jokowi-Jk dapat berapa. Sesuai
aturan KPU, kotak suara dari luar negeri baru dibuka pada 9 Juli nanti.
Jadi, belum ada penghitungan suara dari Arab. Nah, kalau kotak suaranya
saja belum dibuka kunci gembok bersegelnya, bagaimana bisa hasil quick
count dirilis.
Kalau yang diberitakan itu hasil exit poll
itu baru benar. Sebab exit poll itu hasil survei yang dilakukan dengan
cara bertanya langsung kepada para pemilih usai mencoblos di Tempat
Pemungutan Suara (TPS). Jadi, petugas exit poll yang berada di TPS
sample bertanya kepada pemilih dengan interval yang sudah ditentukan,
misalnya setiap 3 pemilih yang baru keluar, atau setiap 5 pemilih.
Cuma siapa yang ngawur, beritasatu.com atau
sumber informasinya. Beritasatu.com mendapat informasi dari Yuddy
Crisnandi. Yuddy mengaku mendapat informasi itu dari Wakil Rektor
Universitas Paramadina Ir Widjayanto MPP.
“Kabar kemenangan ini saya dapatkan dari
Wakil Rektor Universitas Paramadina Ir Widjayanto MPP. Kami gembira
sebab hasil ini adalah awal yang baik,” kata anggota Tim Sukses
Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi saat dihubungi BeritaSatu.com di Jakarta,
Sabtu (6/7).
Dari sana bisa terbaca kalau Beritasatu hanya
mempublikasikan informasi yang didapatnya dari nara sumber yang berasal
dari timses Jokowi-JK sendiri. Kasus ini berbeda dengan Tempo yang sama
sekali tidak mencantumkan nara sumbernya saat memberitakan PDIP menang
di 3 negara pada 2 April 2014 lalu. Tempo hanya menyebut klaim PDIP,
tanpa menyebut narasumbernya.
Untuk membedakan quick count dan exit poll bisa dibaca di sini:
Share. Kompasiana


Tidak ada komentar:
Posting Komentar