Gunawan Ahmada.
kamis dini hari terjadi penyegelan dan perusakan terhadap salah satu stasiun tv nasional oleh sebagian orang yang mengatasnamakan kader PDIP, peristiwa itu bermula dari pemberitaan media televisi TV ONE yang menyebutkan bahwa partai yang berlambang banteng itu merupakan sarang orang-orang partai Komunis Indonesia (PKI), dari pemberitaan itu mereka melampiaskan kemarahannya dengan menyegel kantor TV ONE.
sebuah ironi memang, dimana ketika partai itu sedang mengusung revolusi mental dalam membangun indonesia lima tahn kedepan. calon presiden Joko Widodo yang di Usung oleh partai PDIP mengusung jargon revolusi mental, dia menilai bahwa perubahan yang terjadi selama ini hanya perubahan yang berfifan konstitusional, belum mengarah kepada perbahan paradigma, mindset dan budaya politik dalam rangka pembangunan bangsa. sehebat apapun perubahan yang terjadi pada bangsa ini tidak akan berpengaruh secara signifikan jika mindset dan paradigma orang yang menjalankannya tidak dibangun dengan baik.
memang benar, hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki adalah mental dan paradigma masyarakat, namun sebuah ironi ketika calonpresiden mereka mengusung jargon revolusi mental akan tetapi partai mereka malah melukaun hal yang sangat tidak terpuji. bayak orang yang bertanya apah ini yang disebut revolusi mental itu dengan main hakim sendiri, ?? penyegelan yang dilakukan oleh kader PDIP merupak sifat arogansi dan perbuatan yang sangat tercela. walaupun mereka beralasan perbuatan yang mereka lakukan merupakan sebuah protes atas pemberitaan yang mengatakan mereka adalah sarang PKI, guru besar komunikasi UIN jogja berpendapat bila mereka tidak berkenan dengan pemberitaan tersebut seharusnya mereka melaporkannya ke komisi penyiaran Indonesia (KPI).
inilah sebuah fakta bahwa konsep yang ingin kita buat seharusnya dilakukan dulu oleh diri sendiri, jangan sampai apa yang diucapkan tidak sesui dengan apa yang dikerjakan, sebagai sorang muslim kita tau bahwa orang yang mengatakan tetapi tidak melakukan sangaltlah dibenci ALLAH.
semoga dengan kejadian ini orang akan lebih hati-hati dalam mengatkan sesuatu. sehingga dia mengatakan apa yang mereka bisa lakukan, kita tidak berharap negri ini di isi oleh orang-orang yang munafiq, dimana apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
sebuah ironi memang, dimana ketika partai itu sedang mengusung revolusi mental dalam membangun indonesia lima tahn kedepan. calon presiden Joko Widodo yang di Usung oleh partai PDIP mengusung jargon revolusi mental, dia menilai bahwa perubahan yang terjadi selama ini hanya perubahan yang berfifan konstitusional, belum mengarah kepada perbahan paradigma, mindset dan budaya politik dalam rangka pembangunan bangsa. sehebat apapun perubahan yang terjadi pada bangsa ini tidak akan berpengaruh secara signifikan jika mindset dan paradigma orang yang menjalankannya tidak dibangun dengan baik.
memang benar, hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki adalah mental dan paradigma masyarakat, namun sebuah ironi ketika calonpresiden mereka mengusung jargon revolusi mental akan tetapi partai mereka malah melukaun hal yang sangat tidak terpuji. bayak orang yang bertanya apah ini yang disebut revolusi mental itu dengan main hakim sendiri, ?? penyegelan yang dilakukan oleh kader PDIP merupak sifat arogansi dan perbuatan yang sangat tercela. walaupun mereka beralasan perbuatan yang mereka lakukan merupakan sebuah protes atas pemberitaan yang mengatakan mereka adalah sarang PKI, guru besar komunikasi UIN jogja berpendapat bila mereka tidak berkenan dengan pemberitaan tersebut seharusnya mereka melaporkannya ke komisi penyiaran Indonesia (KPI).
inilah sebuah fakta bahwa konsep yang ingin kita buat seharusnya dilakukan dulu oleh diri sendiri, jangan sampai apa yang diucapkan tidak sesui dengan apa yang dikerjakan, sebagai sorang muslim kita tau bahwa orang yang mengatakan tetapi tidak melakukan sangaltlah dibenci ALLAH.
semoga dengan kejadian ini orang akan lebih hati-hati dalam mengatkan sesuatu. sehingga dia mengatakan apa yang mereka bisa lakukan, kita tidak berharap negri ini di isi oleh orang-orang yang munafiq, dimana apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
Share. kompasiana


Tidak ada komentar:
Posting Komentar