Pages

Metro TV News Sebut Jokowi Mirip Rasulullah

Jumat, 04 Juli 2014

BLUSUKAN Jokowi Mirip Kebiasaan Nabi Muhammad”. Itulah judul artikel metrotvnews.com kemarin (27 Mei 2014) yang dimuat pukul 16:41 WIB dan ditulis Desi Angriani. Judul itu bikin prihatin dan sangat amat disayangkann. Bagaimana mungkin Rasullullah disama-samakan dengan seorang manusia biasa.

Menyadari judul terlalu bombastis dan hanya akan memancing antipati, metronews.com pun mengganti judul artikel tersebut. Namun seseorang sudah meng-capture-nya. Lihat juga nama url asli dari link tersebut. Judul dibuat dengan lebih rasional “Jokowi-JK Resmikan Kantor Tim Kampanye Nasional”.

Artikel itu berisi peresmian kantor pusat tim kampanye nasional Jokowi-JK di Jalan Sisingamangaraja, Jaksel pada 27/5 kemarin. Penceramah didatangkan karena bertepatan dengan Isra Mikraj. Hamka Haq, sang penceramah itu menyamakan blusukan Jokowi dengan kebiasaan Rasulullah.


“Kenapa kita gunakan istilah blusukan? Karena itu memang istilah yang modern sementara kalau dulu istilahnya diperjalankan. Kalau Jokowi ini punya salah satu sifat nabi. Karena Jokowi kan memang sengaja menemukan masyarakat, dia tidak mau dikenang masyarakat, tapi mengenang masyarakat, turut menyapa. Nah, itu salah satu sifat nabi yang diperjalankan itu.”
Hamka tidak menyebut Nabi Muhammad atau Rasullah. Hanya menyebut “sifat nabi”. Tapi mengapa pihak editor/penulis malah menyebut “Nabi Muhammad”? Atau kalau kitaada di acara saat itu, Hamka memang mengatakan kalau Blusukan Jokowi benar-benar “mirip” kebiasaan Rasullullah. Apa mungkin seorang profesor yang juga ketua umum Baitul Muslimin Indonesia (meski bersayap PDI P) ini menyamakan begitu?
Pendukung Joko Widodo lebih baik mencari cara yang lebih simpatik untuk mencitrakan sang capres. Judul artikel di atas tersimak sensitif sekaligus bombastis. Seakan-akan ingin mencitrakan sisi-sisi Islami Jokowi yang pekat. Judul artikel Metro News semula di atas hanya akan membuat persepsi masyarakat muslim terhadap sosok Jokowi bisa jadi semakin represif (menyusut, minor). Meskipun yang mirip adalah “kebiasaan” Rasullullah, tapi blusukan Jokowi selama ini masih ramai kritik dan dipandang sebagian orang sebagai sesuatu yang tidak krusial dilakukan. Blusukan Jokowi diliput media, kamera mengelilinginya, tak mengherankan sempat disebut sebagai ajang pencitraan. Apa begitu kebiasaan Rasulullah?

*Share. Kompasiana

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

 
Copyright © 2015. PRESIDEN ber-NYALI.
Design by . Published by Themes Paper. Powered by .
Creative Commons License